Maraknya Pendirian Minimarket Dikeluhkan Pedagang Pasar Tradisional

Minimarket kini keberadaannya telah sampai ke pelosok-pelosok. Tanpa terkecuali di kampung Samarang kabupaten Garut. Terhitung ada 8 minimarket yang kini sudah beroperasi di wilayah kecamatan ini. Jumlah tersebut terbilang banyak untuk ukuran sebuah kecamatan di wilayah kabupaten bukan kota.

Mudahnya perizinan dalam pendirian,  menjadi salah satu alasan maraknya minimarket di kecamatan Samarang. Padahal para pedagang pasar tradisional Samarang merasa dirugikan dengan hal tersebut. Kini para pembeli/konsumen banyak yang beralih untuk berbelanja di minimarket. Sehingga hal itu sangat berpengaruh terhadap omset penjualan di pasar tradisional.

Seorang pedagang sembako di pasar tradisional Samarang, Asep, mengeluh dengan maraknya pembangunan minimarket. Omset penjualannya kini sangat menurun. Menurutnya para pembeli kini lebih memilih berbelanja di minimarket. Mungkin kebersihan dan kenyamanan menjadi faktor pendukung para pembeli untuk berbelanja ke minimarket.

Memang seharusnya pemerintah daerah jeli dengan keadaan ini. Kegiatan perekonomian berupa pasar tradisional jauh lebih dapat mendongkrak ekonomi daerah. Hasil pertanian di daerah sesungguhnya hanya bisa dijual di pasar tradisional. Dengan adanya minimarket, otomatis dampaknya tak hanya merugikan pedagang pasar tradisional saja, namun  kerugian itu juga dialami para petani. Hasil panen para petani kini lebih sulit untuk terjual. Ada pun kalau terjual, itu dihargai dengan murah. Dengan demikian pemerintah dinilai hanya pro kepada kaum kapitalis, dan bukan pada kaum ekonomi lemah.


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post