Populasi Burung "Ese Nangka" Kian Terancam

Burung Ese Nangka, atau disebut juga burung kaca mata pupulasinya kini kian berkurang. Penyebabnya tak lain adalah karena diburu untuk dipelihara. Selain dipelihara untuk pribadi, burung ini juga kini banyak diperjual belikan.

Dulu, burung ini tidak digemari untuk dijadikan peliharaan. Namun seiring berjalannya waktu, burung ini menjadi salah satu primadona dalam penyaluran hobi memelihara burung. Kontes-kontes kicau burung pun, kini banyak melombakan burung ini.

Menurut seorang pemerhati lingkungan, Ir. Dedi S., berkurangnya populasi burung kaca mata sangat berpengaruh pada keseimbangan ekosistem. Bagaimana tidak, kini para petani harus dipusingkan dengan makin banyaknya hama tanaman jenis ulat. Tuturnya kalau dulu ketika masih banyak barung jenis itu, petani tidak begitu direpotkan dengan serangan hama ulat pada tanaman. Namun sekarang hama ulat sulit untuk dibasmi. Bahkan dengan obat racun mahal sekali pun.

Perbuatan manusia memang menjadi salah satu penyebab ketidak seimbangan ekosistem alam. Apa lagi perbuatan itu tidak mempertimbangkan dengan kelestarian salah satu makhluk hidup yang berperan dalam berlangsungnya ekosistem. Contohnya saja perburuan burung kaca mata yang kini marak dilakukan. Akibatnya populasi burung kaca mata ini kini semakin terancam. Dengan demikian ekosistem alam pun menjadi tidak seimbang.


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post