Ekonomi Warga Terganggu dengan Adanya Darajat

Sejak didirikannya objek wisata Darajat, lalu lintas di kecamatan Pasirwangi sering dilanda kemacetan. Kemacetan tersebut terjadi karena kapasitas jalanan sudah tidak bisa lagi menampung kendaraan-kendaran yang melewatinya. Ruas jalan yang sempit ditambah lagi dengan jumlah kendaraan pengunjung Darajat yang terus berdatangan dari daerah-daerah lain, semakin memperparah kemacetan.

Dampak kemacetan tersebut kini banyak dikeluhkan warga sekitar. Mulai dari para pedagang, petani, hingga para sopir angkutan umum pun sangat merasa dirugikan.

Seorang sopir mobil angkutan pedesaan jurusan Samarang-Pasirwangi, Iwan (30), menuturkan bahwa penghasilannya kini jauh berkurang. Menurutnya kalu dulu sebelum adanya objek wisata Darajat, jalanan tidak pernah macet. Sehingga dirinya dapat menarik muatan 5 sampai 7 rit. Namun sejak objek wisata Darajat beroperasi, jalanan sering macet, Iwan hanya bisa menarik muatan 1 sampai 3 rit saja. Itu pun dengan jumlah muatan yang jauh lebih sedikit di setiap ritnya. Dengan demikian penghasilannya jauh lebih menurun. Bahkan unutk setoran pun harus nombok.

Kemacetan di kecamatan Pasirwangi bukan hanya terjadi satu-dua kali saja. Namun hingga kini masih saja kerap terjadi tanpa adanya solusi. Mungkin dengan Peraturan Daerah (Perda) yang tegas, masalah tersebut bisa segera teratasi. Sehingga lalu lintas di kecamatan Pasirwangi pun kembali normal. Dengan demikian kegiatan ekonomi warganya pun menjadi tidak terganggu lagi


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post