8 May 2013

Kemenag Tutup Mata Terhadap Kesulitan Madrasah

Program pendidikan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2012-2013 terbilang padat. Tanpa terkecuali di triwulan 1 tahun 2013, dari Januari hingga Maret. Madrasah-madrasah pun "dipaksa" untuk ikut ke dalam program rancangan salah satu seksi di kemenag itu.

Bagi Madrasah Aliyah (MA), menjalani program tersebut mungkin tak masalah. Hal ini dikarenakan memang untuk operasional pendidikan di tingkat MA diperbolehkan untuk memungut biaya dari siswanya.

Beda hal dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dengan adanya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), MTs dan MI tidak diperbolehkan memungut biaya kepada siswa-siswanya untuk dana operasional. Alasannya tentu saja karena kedua tingkat lembaga pendidikan tersebut mendapat dana BOS untuk operasionalnya.

Namun sayang, dana BOS untuk madrasah yang sejatinya harus dapat dicairkan di awal triwulan, justru tak kunjung dapat diterima madrasah. Alasannya anggaran Kemenag masih diblokir. Bahkan hingga Mei sekarang, terhitung sudah menginjak 5 bulan, dana BOS untuk madrasah masih belum bisa cair. Padahal dana BOS sangat diperlukan MTs dan MI supaya operasionalnya dapat berjalan lancar. Apa lagi guru-guru MTs maupun MI mayoritasnya adalah honorer. Sudah barang tentu jika tak ada dana di madrasah, tak hanya operasionalnya saja yang terganggu, namun guru-gurunya pun tak dapat menerima honor.

Anehnya, Kemenag terkesan tak mau disalahkan atas keterlambatan pencairan dana BOS. Justru malah melempar tanggung jawab dengan mengeluarkan pernyataan bahwa DPR terlalu lama membintangi anggaran Kemenag. Meski akhirnya pernyataan itu dibantah komisi anggaran DPR. Menurut DPR permasalahnnya justru ada pada kementerian yang tak mampu menata anggaran. Sehingga Kemenkeu tak meng-Acc pencairan anggaran Kemenag tersebut.

Dari pihak Kemenkeu menyatakan, bahwa sejak Januari yang lalu Kemenag sudah disurati untuk segera memberikan laporan. Bahkan jika terlambat, penyebabnya apa untuk bisa direspon. Namun hingga bulan Maret, pihak Kemenag tak kunjung memberikan laporannya. Dan akhirnya, hingga saat ini dana BOS pun tak kunjung diterima madrasah-madrasah.

Dengan demikian terlihat bahwa pihak Kemenag lah yang terkesan "tak mau bekerja". Padahal kalau pihak madrasah sendiri justru telah mampu menyelesaikan program-programnya. Meskipun program tersebut dilalui dengan ketiadaan dana. Termasuk yang baru saja dilaksankan, yaitu Ujian Nasional (UN).

Referensi: http://www.antaranews.com/berita/361726/pembebasan-blokir-anggaran-tergantung-kesiapan-dokumen

Berita Terkait Lainnya

No comments:

Post a Comment

 
P e n d i d i k a n
L i n g k u n g a n
P o l i t i k
K r i m i n a l
Privacy Policy | About Us | Terms Of Service