Pencari Kerja di Garut Sebagian Besarnya Siswa SMK

Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Trasmigrasi (Disnakersostrans) mencatat 70 persen pembuat kartu pencari kerja (Kartu Kuning) adalah siswa SMK yang baru saja selesai mengikuti UN. Meskipun pengumuman kelulusan mereka belum diumumkan, namun hal itu tak menghalangi para siswa untuk membuat kartu yang menjadi salah satu persyaratan lamaran kerja itu.

Menurut petugas Disnakertrans, apa yang dilakukan siswa SMK tersebut adalah sebagi upaya menghindari membludaknya pembuat kartu kuning paska pengumuman kelulusan UN. Karena biasanya jika sesudah dimumkannya kelulusan, pembuat kartu kuning bisa mencapai 300-400 orang per harinya. Dengan demikian para siswa itu lebih memilih untuk membuat kartu kuning sedini mungkin.

Selain dari siswa SMK, 15 persen pembuat kartu kuning adalah siswa SMA. Dan selain itu dari kalangan masyarakat umum juga sebanyak 15 persennya.


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post
28 December 2013 at 19:40

bisakah garut megurangi pengangguran di daerahnya?
bisakah orang yang mencari kerja tidak keluar dari area garut?
sebagai orang garut (saya hanya berharap pada pemerintah setempat)

Reply
avatar