Meski Raih Banyak Keberhasilan, Garut Masih Menjadi Daerah Tertinggal

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Garut yang sebagian besarnya (60%) dialokasikan untuk belanja pegawai, menjadikan daerah ini masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faishal Zaini, di gedung Pendopo Garut pada Rabu (12/2).

Meskipun banyak keberhasilan yang telah diraih, hal itu tak lantas meloloskan garut dari predikat daerah tertinggal. Keberhasilan yang telah diraih diantaranya saja turunnya angka kemiskinan dari 19%  menjadi 12%.

Dengan alokasi APBD sebesar 60% digunakan untuk belanja pegawai, maka kurang dari separuhnya saja yang dipakai untuk "pembangunan" Garut. Dengan anggaran tersebut maka akan sulit sekali jika Garut mengandalkan dana APBD untuk bisa membenahi diri. Hal ini sesuai dengan pernyataan mantan wakil bupati Garut, Memo Hermawan, beberapa waktu silam. Maka dari itu menurut Memo, Garut harus bisa memaksimalkan pendapatan dari sektor lain selain APBD.

Untuk meloloskan Garut dari status daerah tertinggal, dibutuhkan pemenuhan enam indikator. Keenam indikator tersebut diantaranya infrastruktur, kapasitas daerah, sumber daya manusia, ekonomi, aksesibilitas, dan karakteristik daerah. Melihat kondisi Garut saat ini, maka dibutuhkan sekitar 3 tahun ke depan untuk bisa memenuhinya.


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post