Pencairan BOS Kemenag Terhambat Sistem KPPN

Hingga memasuki triwulan II (dua) tahun anggaran 2014, dana BOS untuk madrasah periode pertama (Januari-Maret) masih belum dapat dicairkan. Padahal mulai bulan Maret yang lalu, madrasah-madrasah di Kabupaten Garut dan Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat, melaksanakan program latihan UN dan US/M. Program tersebut tentu saja membutuhkan biaya operasional yang tak bisa ditunda.

Seakan mengulang kejadian tahun yang lalu, tahun 2014 ini pun madrasah kembali disulitkan dalam biaya operasional. Jika tahun yang lalu sempat terjadi saling lempar tanggung jawab antara DPR, Kemenag, dan Kemenkeu perihal molornya pencairan BOS, tahun ini hal tersebut tidak nampak mengemuka. Tahun ini permasalahannya disinyalir karena adanya sistem administrasi KPPN yang baru.

Seperti yang dijelaskan Tim Manajemen BOS Provinsi Jawa Barat yang dikutip laman resmi Mapenda Kabupaten Bogor, dijelaskan beberapa hal yang menghambat pencairan BOS madrasah periode pertama. Hal tersebut diantaranya adalah masih adanya kesalahan dalam mengisi format pengajuan BOS. Sehingga data yang dientri ditolak oleh sistem KPPN di Bandung.  Selain itu, ada madrasah yang menggunakan rekening bukan atas nama lembaga. Kesalahan lainnya juga adalah adanya alamat yang kosong pada lembaga penerima BOS.

Selain itu dijelaskan pula bahwa ada satu data saja yang salah, maka akibatnya fatal. Pengajuan dana BOS untuk madrasah seluruh provinsi Jawa Barat tidak dapat dicairkan.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post