Benarkah Kunker Menpora Sebabkan Anggaran pejabat Daerah Berantakan

Benarkah Kunker Menpora Sebabkan Anggaran pejabat Daerah Berantakan

FPB - Forum Pemuda Bersatu bertanya apakah benar tuduhan yang disampaikan oleh La Nyalla Mattaliti melalui broadcast BBM (Black Berry Messenger) bahwa Menpora Imam Nahrowi dalam kunjungan kerja ke daerah menyebabkan anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga di daerah jadi berantakan karena harus mengeluarkan biaya untuk menjamu menpora?

Jika benar yang dituduhkan, Ismet Rahmani koordinator FPB berharap tentunya Menpora harus mawas diri.

Isi BBM:

Inline image

Dhimam Abror: Gara2 imam nahrowi kemaruk kunker dispora jatim jadi kelabakan. Sejak menjabat menpora nahrowi setiap minggu berkunjung ke Jatim. Biasanya setiap ada menpora kunjung ke jatim kadispora sugeng riyono selalu mendampingi. Bukan itu saja, dispora jatim juga harus mengeluarkan biaya untuk menyambut kedatangan menpora.

Sejak zaman menpora adyaksa dault, andi mallarangeng maupun roy suryo paling banter menpora kunjung ke jatim sebulan sekali. Baru di masa nahrowi ini menpora kunjung ke jatim seminggu sekali. Tentu dispora kerepotan krn anggaran banyak tersedot untuk menyambut kunjungan menpora.

Akhir2 ini kadispora jatim sugeng riyono capek juga dan tidak lagi menyambut atau mendampingi imam nahrowi. Anggaran dispora berantakan gara2 menpora gila kunker. Nah, yang aneh bin ajaib harusnya menpora yg berkunjung ke venues olahraga atau menemui organisasi olahraga atau kepemudaan.

Yg dilakukan menpora nahrowi adalah mengunjungi pesantren2 dan bahkan pesantren2 kecil dikunjungi. Ini kan menghamburkan anggaran diluar tupoksinya sebagai menpora. Waktu roy surya ditunjuk sebagai menpora yang dia lakukan adalah berkunjung ke tokoh2 dan stakeholder olahraga di jatim termasuk berkunjung ke koni jatim. Imam nahrowi memang blusukan tapi salah kamar! Dia pulang kampong ke madurapun tetap memakai forijder dan protocol lengkap. Sungguh ini sebuah penyelewengan yang gak sesuai blas.. dst...



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post