Skenario PSSI Untuk Menyudutkan Menpora dan BOPI

Skenario PSSI Untuk Menyudutkan Menpora dan BOPI
Sore ini, Rabu (27/5), selain dikejutkan dengan berita tertangkapnya 10 orang di FIFA oleh FBI dan Intelijen Amerika, ada satu kabar lagi. Kabar tersebut mengenai rencana besar untuk menjungkalkan Menpora, Imam Nahrawi, karena dinilai sang menteri sangat berani dan tegas. Berhubungan dengan hal tersebut, sore ini pula telah berlangsung pertandingan Piala AFC, yaitu Persib yang bermain menghadapi Kitchee, yang berakhir dengan kemenangan 2 – 0 untuk Kitchee.

Namun, yang menarik adalah soal keterlambatan manajemen Persipura untuk mengurus visa pemain Pahang FC. Sebenarnya ada bukti-bukti bahwa tak ada yang berbeda dalam mengurusi visa pemain Kitchee dan Pahang. Semua aturannya sama saja. Namun karena manajemen Persib lebih cepat, lugas, dan taat aturan, maka pertandingan hari ini pun bisa terlaksana. Tidak seperti pertandingan Persipura melawan Pahang yang terkendala keterlambatan pengurusan visa pemain.

Ada kesan keterlambatan pengurusan visa pemain Pahang itu disengaja. Bagaimana tidak, tanggal 15 Mei lalu pihak manajemen kesebelasan Negeri Jiran itu telah mengirim surat kepada PSSI dan manajemen Persipura. Namun anehnya, BOPI baru terima surat tanggal 22 Mei. Terlihat ada jeda waktu yang cukup lama. Pertanyaannya, apa yang terjadi jika hal ini dibiarkan oleh BOPI dan Menpora?

Ada hal besar yang akan terjadi jika Menpora tetap tak mau mencabut SK pembekuan PSSI. Menpora akan diserang dari segala sudut. Bukan hanya Menpora, Imam Nahrawi, tetapi BOPI juga disinyalir harus siap menerima serangan yang sama. Hal ini karena BOPI yang sekarang berbeda dengan BOPI di era Haryo dulu, yang terbukti tidak transparan, terlebih dalam melakukan verifikasi klub-klub peserta ISL. Namun di era Noor Aman, BOPI cukup membuat PSSI dan klub kelabakan, karena BOPI benar-benar memverifikasi klub secara transparan sesuai regulasi. Meskipun hal tersebut belum dilakukan secara maksimal. Jika saja verifikasi dilakukan secara maksimal, hanya ada 3 sampai 5 klub saja yang lolos. Semisal Persib dan Sriwijaya FC.

Atas dasar itu, PSSI dan klub-klub sangat "benci" terhadap Menpora maupun terhadap BOPI. Termasuk Persipura yang secara sengaja memperlambat proses pengurusan visa pemain Pahang. Dan malah dibikin seolah-olah kesalahan tersebut dilakukan oleh Kemenpora dan BOPI. Padahal ada bukti bahwa Persipura baru mengirim surat ke BOPI pada pada Jumat (22/5) siang (itupun hampir jam 15.00 menjelang jam tutup kantor). Pihak Pahang FA sendiri sudah jauh-jauh hari mengirim surat kepada Persipura untuk diusahakan pengurusan visa pada tanggal 15 Mei. Dengan demikian terlihat jelas letak kesalahan berada di pihak Persipura.

Meskipun surat tersebut  terlambat diterima oleh BOPI, namun surat tersebut tetap diproses oleh BOPI. Bahkan hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Atau masih di hari yang sama. Ukuran waktu yang cepat untuk sebuah lembaga negara dalam memproses sebuah surat. Harusnya, setelah itu menjadi tanggung jawab PSSI dan Persipura untuk mengurus visa pemain Pahang. Namun sayang, keduanya tak pernah datang.

Hal tersebut memang tampak sudah dikondisikan untuk semakin memojokkan Menpora dan BOPI. Terlebih kemudian PSSI melapor ke DPR, yang hal tersebut diyakini semakin melicinkan niat PSSI untuk memaksakan kehendaknya. Setelah ini, dimungkinkan ada opsi dari pihak Persipura akan menarik pemain-pemainnya yang masuk Timnas U-23, yang tengah bersiap untuk bermain di SEA Games.

Sekenario yang sudah berjalan mirip dengan taktik La Nyalla CS dengan KPSI yang dibentuknya 2012 silam. Masih jelas dalam ingatan kita, kala itu La Nyalla melarang para pemain ISL untuk memperkuat Timnas Indonesia di bawah PSSI. La Nyalla pun bersama gandengannya, termasuk media Bakrie Group, gencar melakukan pemelintiran. Publik digiring untuk membenci PSSI. Dan usahanya berhasil. Saat itu La Nyalla dan kroni-kroninya kembali menguasai PSSI dan mengendalikan sepak bola Indonesia. Bedanya dengan sekarang adalah La Nyalla melawan Menpora dan BOPI.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post