PENCAIRAN BOS MADRASAH KABUPATEN GARUT MENGECEWAKAN

Suasana BTN Garut saat pencairan BOS Kemenag
Setelah 6 bulan berlalu, akhirnya pencairan BOS madrasah di kabupaten Garut mendapat titik terang. Pada Rabu (1/7), madrasah-madrasah mulai mendatangi bank BTN Garut untuk melakukan pencairan.

Pencairan BOS madrasah kali ini adalah untuk periode 2 triwulan, yaitu Januari-Maret dan April-Juni 2015. Namun, madrasah hanya dapat mencairkan maksimal 50% nya saja dari pagu yang diterima. Itu pun hanya 5 bulan saja yang dapat dicairkannya dari yang seharusnya saat ini adalah 6 bulan. Dan juga, pecairan kali ini hanya untuk belanja pegawai saja. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Asep (32), salah seorang kepala madrasah yang ikut antri untuk mencairkan dana BOS-nya.

"Untuk sekarang ini hanya bisa mencairkan 5 bulan saja. Itu pun hanya untuk belanja pegawai saja."

Pada proses pencairannya, terlihat tak sesuai dengan harapan para kepala yang hadir. Bagaimana tidak, jika sewaktu pencairan masih dilakukan di bank BNI, ketika madrasah sudah mendapat jadwal pencairan, madrasah langsung dilayani. Namun, pada saat ini, ketika beberapa kepala madrasah mendatangi  bank BTN, para pegawainya nampak kebingungan. Sampai-sampai ada kepala madrasah yang ikut angkut-angkut barang untuk membantu persiapan proses pencairannya. Bahkan, ruang untuk proses antriannya pun mendadak baru dipersiapkan.

Tak sampai di sana.  Pencairan gelombang pertama ini dilakukan oleh kurang lebih 200 madrasah. Namun, tak semua madrasah dapat melakukan pencairan pada hari ini. Pihak bank mengaku ketidak adaan dana tunai menjadi penyebabnya. Asep pun sangat kecewa karena hari ini hanya sekitar 50 madrasah saja yang dapat mencairkan dana BOS-nya. Sedangkan dirinya mendapat nomor antrian di atas 100. Beliau pun tak habis pikir kalau Kemenag Garut memilih bank yang kecil untuk pencairan dana BOS.

"Aneh, kok bisa bank kecil begini dipercaya untuk mencairkan dana BOS."

Seperti yang telah diketahui, sebelumnya pencairan dana BOS madrasah dilakukan di bank BNI. Namun memasuki semester 2 di tahun pelajaran yang sekarang, di pindahkan menjadi ke bank BTN. Madrasah pun terpaksa harus membuka rekening baru di bank BTN ini, dan diharuskan menyetor saldo minimal Rp 100 ribu.

Untuk sisa pagu yang 50% ditambah 1 bulan dari periode sekarang, belum mendapat kejelasan. Diperkirakan, selama bulan Juli ini proses pencairan BOS madrasah periode Januari-Juni 2015, belum dipastikan selesai. Sehingga akan sangat mengganggu proses pencairan dana BOS periode tahun pelajaran yang baru nanti.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post